PT. Graha Survei Indonesia

NDT

[GSI Assessment] Underwater Inspection
Knowledge Information

Assesment Jetty & Underwater Inspection

Jetty atau dermaga merupakan infrastruktur vital yang mendukung operasional pelabuhan, bongkar muat, dan transportasi laut, karena terletak di lingkungan pesisir dan air yang korosif, dermaga sangat terpengaruh oleh berbagai kekuatan, seperti aksi gelombang, arus, pasang surut, serta proses degradasi material, seperti korosi pada baja dan retak pada beton. Demi mendukung lancarnya operasional, jetty harus dipastikan tetap berfungsi dengan baik sesuai dengan desain rencana, maka dari itulah kegiatan assessment jetty dan undewater inspection perlu dilakukan secara berkala. Assesment jetty dilakukan untuk mengetahui kondisi struktur jetty baik yang diatas permukaan air maupun di bawah permukaan air. Sedangkan underwater inspection merupakan pemeriksaan spesifik terhadap bagian struktur yang berada di bawah permukaan air, seperti pile, pile cap dan bracing maupun pipa-pipa yang ada di bawah permukaan air. faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan struktur antara lain : Salah satu faktor terbesar kerusakan yang terjadi pada jetty yakni efek klorida. Ion klorida yang terkandung pada air laut dapat menyebabkan hancurnya lapisan pada stuktur. Dalam reaksinya, magnesium akan bereaksi dengan tricalcium aluminate dan kalsium hidroksida yang kemudian akan membentuk tricalcium sulphoaluminate, kalsium sulfat dan magnesium hidroksida. Reaksi ini akan menyebabkan air memiliki nilai PH yang rendah atau bersifat asam yang akhirnya dapat mengakibatkan korosi pada struktur baik itu logam maupun non logam. Bagian yang paling rentan terkena korosi yakni splash zone, area peralihan antara darat dan laut. Area ini dipengaruhi oleh pasang surut air laut, jika air sedang pasang maka area itu akan terendam air, tetapi jika air sedang surut maka splash zone tidak terendam air. Hal ini menyebabkan pile lebih rentan terhadap korosi. Jetty di desain tahan terhadap ombak, dimana pada proses konstruksinya terlebih dahulu dilakukan pengukuran kecepatan arus yang kemudian kuat arus terbesarnya akan dimasukkan kedalam perencanaan. Realita yang terjadi bukan ombak yang merusak jetty, namun ombak mengombang ambing kapal sehingga tak jarang kapal menabrak jetty, kejadiannya terus berulangsehingga terjadilah kondisi fatigue yang akhirnya menyebabkan kerusakan pada struktur. Organisme laut seperti tritip (barnacles), kerang, dan alga sering menempel di permukaan tiang pancang jetty, terutama di zona pasang surut. Walaupun terlihat tidak berbahaya, penumpukan biota laut ini dapat menambah berat dan memperbesar gaya drag (seret) dari arus laut, sehingga meningkatkan tekanan pada elemen struktur. Selain itu, beberapa jenis organisme menghasilkan zat kimia atau aktivitas biologis yang dapat mempercepat biokorosi pada material logam. Jika dibiarkan tanpa pembersihan berkala, lapisan organisme ini akan menutupi permukaan hingga sulit diinspeksi dan berpotensi mengurangi umur layanan struktur bawah air. Setiap struktur memiliki umur rencana (design life) yang ditentukan berdasarkan material, lingkungan, dan beban kerja. Seiring bertambahnya usia, material akan mengalami penurunan kekuatan alami akibat korosi, karbonasi, dan beban berulang yang terus bekerja. Beton menjadi lebih rapuh, baja menurun kekuatan tariknya, dan sambungan mekanis melemah. Tanpa program rehabilitasi atau penguatan, struktur yang sudah menua dapat mengalami penurunan kapasitas dukung, retak struktural, atau deformasi permanen. Oleh karena itu, inspeksi kondisi dan evaluasi berkala sangat penting untuk memastikan keamanan dan fungsionalitas jetty jangka panjang. Kerusakan sering kali bermula dari tahap pelaksanaan konstruksi yang tidak memenuhi standar mutu. Kesalahan seperti campuran beton yang tidak sesuai desain, cover tulangan yang terlalu tipis, atau pengelasan baja yang tidak sempurna dapat menurunkan ketahanan struktur terhadap lingkungan laut yang korosif. Dalam kondisi seperti ini, struktur lebih cepat rusak karena air laut mudah menembus pori-pori beton dan mempercepat korosi. Oleh sebab itu, pengawasan kualitas (quality control) yang ketat selama pekerjaan menjadi kunci utama agar hasil konstruksi memiliki durabilitas tinggi dan sesuai dengan umur rencana desainnya. Ruang lingkup pekerjaan meliputi pemeriksaan langsung seluruh bagian jetty, mulai dari dek, balok, pile cap, hingga fender dan mooring dolphin. Setelah itu dilanjutkan pengecekan bawah air dari zona pasang-surut sampai dasar laut untuk mencari kerusakan yang tak terlihat. Selain itu dilakukan tes nondestruktif pada beton dan elemen baja untuk menilai kondisi material tanpa merusaknya, dan kondisi lingkungan seperti arus, gelombang, kadar garam, serta pertumbuhan organisme laut dicatat. Seluruh data ini dikumpulkan dan dianalisis untuk menentukan seberapa parah kerusakannya dan langkah perbaikan yang diperlukan. Kegiatan assessment dan inspeksi bawah air memiliki tujuan utama untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi struktur secara menyeluruh. Melalui kegiatan ini, potensi bahaya akibat kerusakan yang tidak terlihat dapat diidentifikasi sejak dini, sehingga tindakan pencegahan atau perbaikan bisa dilakukan sebelum masalah berkembang lebih serius. Adapun tujuan yang lain yakni :

Article-Blog

Assessment & Testing of Carrefour Dock Loading Floor Plate Structure in Grand ITC Permata Hijau – South Jakarta

Grand ITC Permata Hijau is located in one of the elite residential areas in Jakarta. An integrated shopping destination within the area where people come to work, trade and shop. Grand ITC Permata Hijau was built as a super modern block with a touch of Mediterranean style. The main lobby features a statue of Dewi Sri, sculpted by the famous Balinese sculptor, Nyoman Nuarta, who has become a landmark in the area. Grand ITC Permata Hijau was created to provide a joyful atmosphere where children and adults can have fun together. The Grand ITC Permata Hijau building, Jakarta has long been established and operated. With the consideration that the LG (Carrefour Loading Dock) floor has damage to the floor plate, therefore to ensure the condition of the structural elements in good condition or not, it is necessary to test the structure of the building. Therefore, the structure of the LG Floor Plate (Loading Dock Carrefour) at Grand ITC Permata Hijau, Jakarta, needs a full structural inspection (Forensic Assessment including NDT Testing and Structure Analysis). This is very necessary to know the actual condition of each element of the LG Floor Plate (Carrefour Loading Dock) structure. The tests carried out are special examinations in the form of visual inspection, Non Destructive Test (NDT), Destructive Test (DT) and structural analysis based on the results of field data. PT Graha Survey Indonesia is assigned to carry out the inspection with the aim of evaluating the area by conducting assessments and testing to be able to provide recommendations for appropriate treatment. The purpose of this inspection is to identify the actual condition of the building structure. Meanwhile, the purpose of this activity is to get a picture of the actual condition of the structural capacity in the field. The objectives of this activity are: Obtain information on the condition of building elements by visual inspection and special inspection, Obtain information on the condition of structural elements as building initial data Obtain an evaluation of the results of building structure testing Provide recommendations based on the results of engineering evaluation.

Article-Blog

Assessment & Testing of Pharmacy Installation Building District. Sinjai, South Sulawesi

Sinjai Pharmacy building is still under construction. Currently, the construction process of the building has been temporarily suspended due to defects in the beam, column and plate elements that have been cast. Therefore, to ensure the condition of the structural elements in good condition or not, it is necessary to carry out structural testing / inspection (including Non Destructive Test) on the building structure in order to find out the actual condition of the building. PT. Graha Survey Indonesia is assigned to carry out the inspection with the aim of evaluating the area by conducting assessments and testing to obtain actual data from the tested structures. The purpose of this inspection is to identify the actual condition of the building structure. Meanwhile, the purpose of this activity is to get a picture of the actual condition of the structure in the field. The objectives of this activity are: Obtain information on the condition of building elements by performing special inspections, Obtain information on the condition of structural elements as building initial data

Scroll to Top