
Nampak kokoh dan aman secara fisik luar, tidak menjamin sepenuhnya keamanan dan kekuatan bangunan. Faktanya ada bangunan yang bagus secara fisik namun terjadi korosi pada tulangan, retakan pada beton, hingga penurunan daya dukung pondasi. Jika masalah ini dibiarkan, tentu akan berakibat fatal. Maka dari itu, disinilah pentingnya untuk melakukan Assesmen Struktur Gedung.
Assesment struktur merupakan proses pengujian terhadap kondisi eksisting struktur bangunan untuk memeriksa kecukupan, integritas structural dan kesehatan struktur serta komponen-komponen lainnya. Prosesnya ini akan mencakup pemeriksaan visual, pengujian material secara destruktif maupun non-destruktif serta rekayasa struktur dengan perangkat lunak. Penialaian dibuat untuk mengevaluasi struktur yang digunakan saat ini dan di masa depan serta kesesuaian dengan standar yang saat ini berlaku. Tujuan akhirnya adalah mengetahui apakah bangunan masih mampu memikul beban sesuai perencanaan awal atau memerlukan tindakan perbaikan dan perkuatan baik itu pada kolom, balok pelat ataupun pondasi agar bangunan tetap layak digunakan.
Mengapa Struktur Gedung Beton dan Baja Perlu Dilakukan Assessment?

Ketika kita berbicara tentang bangunan, sering kali fokusnya hanya pada desain yang megah atau kekuatan material yang digunakan. Namun, ada satu hal penting yang sering terlupakan — assessment atau penilaian kondisi bangunan. Baik gedung yang terbuat dari beton maupun baja, keduanya memiliki masa pakai dan karakteristik yang perlu diawasi secara berkala.
Beton dan Baja: Kuat, Tapi Tidak Abadi
Beton dan baja memang dikenal sebagai material yang kuat. Beton punya daya tahan terhadap tekanan tinggi, sementara baja unggul dalam menahan gaya tarik. Tapi seiring waktu, kombinasi faktor lingkungan seperti perubahan suhu, kelembapan, korosi, hingga getaran akibat aktivitas di sekitar bangunan dapat menurunkan performa struktur.
Contohnya, baja bisa berkarat jika lapisan pelindungnya rusak, dan beton bisa mengalami retak halus yang lama-lama berkembang menjadi kerusakan serius. Masalah kecil ini sering kali tidak terlihat dari luar, tapi bisa berdampak besar terhadap keamanan bangunan jika dibiarkan tanpa pemeriksaan.
Berdasarkan PP Nomor 16 Tahun 2021 tentang bangunan gedung, yang menyebutkan bahwa “setiap bangunan dan konstruksi wajib dilakukan asesmen kembali sekurang-kurangnya setiap 5 tahun sekali.” Aturan ini dibuat tentu bukan hanya sebatas formalitas, namun sebagai Langkah preventif agar setiap bangunan tetap memenuhi aspek kekuatan, keamanan dan kenyamanan. Terkhusus untuk bangunan yang memiliki intensitas penggunaan tinggi seperti gedung perkantoran, hotel, rumah sakit, dan fasilitas industry disarankan untuk melakukan asesmen lebih sering dikarenakan dalam penggunaan bangunan tersebut terdapat beban dinamis, getaran dan paparan lingkungan yang dapat mempercepat kekuatan struktur.
Kapan Assessment Struktur Harus Dilakukan ?

Selain asesmen rutin lima tahunan sesuai dengan peraturan perundang – undangan, ada beberapa kondisi dimana struktur perlu dilakukan asesmen segera, kondisi tersebut antara lain :
• Bangunan terdampak bencana alam (Gempa, kebakaran, banjir, dll)
• Bangunan akan mengalami perubahan fungsi atau penambahan lantai.
• Muncul tanda-tanda kerusakan seperti retakan, deformasi ataupun korosi yang dapat terlihat secara visual.
• Sebelum dilakukan renovasi besar atau pemasangan peralatan baru.
Jika asesmen tidak segera dilakukan atau bahkan tidak dilakukan asesmen, maka akan berdampak terhadap kegagalan struktur yang tentunya sangat beresiko bagi keselamatan manusia maupun kerugian secara finansial.
Proses dan Kegiatan Assessment Struktur
Layaknya seseorang yang sakit harus ditangani oleh dokter yang professional, pun demikian dengan proses assesmen struktur pun harus dilakukan oleh tenaga ahli struktur, tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pada umumnya proses assesmen struktur gedung meliputi :
- Survei Pendahuluan dan Review Dokumen
Langkah pertama pada proses assesmen struktur yakni mengumpulkan dokumen-dokumen teknis seperti gambar kerja (as built drawing), laporan desain, data beban, dan riwayat perawatan bangunan. - Inspeksi Visual Lapangan
Survey dan pemeriksaan langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi kerusakan yang menjadi tanda kerusakan struktur seperti retak, korosi, deformasi atau penurunan elemen struktur. - Pemeriksaan Khusus
Proses pengujian dapat dilakukan dengan metode Non-Destructive Test (NDT) dan Destructuve Test (DT), antara lain :
• Hammer Test (untuk mengetahui kekuatan tekan beton)
• Ultrasonic Pulse Velocity (UPV Test) (menguji homogenitas beton)
• Rebar Scanner (mendeteksi posisi dan diameter tulangan)
• Core Drill Test (mengambil sampel beton untuk uji laboratorium)
• Carbonation test (Menguji Probabilitas Karbonasi Pada Beton
• Hardness Test (Uji Mutu Baja)
• Ultrasonic Thickness test (Uji Ketebalan Baja dan Tingkat Korosi)
• Dryfilm Thickness (Uji Ketebalan Cat)
• Bolt Tension (Uji Kekencangan Baut) - Pengolahan Data dan Analisa Struktur
Dalam melaksanakan analisis struktur untuk mengetahui kondisi aktual bangunan menggunakan perangkat lunak teknik seperti SAP2000, ETABS atau MIDAS. - Rekomendasi dan Pelaporan
Setelah dilakukan analisis struktur, didapatkanlah hasil akhir berupa laporan teknis yang menjelaskan tingkat kerusakan, kapasitas sisa dan juga saran untuk peningkatan kekuatan, pembatasan beban atau perbaikan. - Pembuatan BoQ (Bill of Quantity)
Selain di berikan gambar (DED) rekomendasi untuk perbaikan/perkuatan strutktur kami juga buatkan perhitungan estimasi biaya sekaligus mencantumkan nilai AHS nya, sehingga pemberi kerja dapat langsung mengetahui dan mempersiapkan sejumlah budget yang akan di keluarkan.
Proses assesmen struktur gedung tentu memiliki beragam manfaat, bukan hannya untuk memenuhi kewajiban hukum sesuai dengan PP No 16 tahun 2021 tentang bangunan gedung. Adapun manfaat tersebut yakni :
- Memastikan keselamatan terhadap pengguna bangunan gedung akibat dari kegagalan struktur.
- Mengetahui kondisi bangunan gedung yang sebenarnya apakah layak atau tidak serta untuk mengetahui kapasitas sisa struktur bangunan.
- Meningkatkan efisiensi untuk biaya perawatan gedung mengacu pada hasil assesmen, sehingga bisa diketahui kerusakan dan metode yang tepat untuk perawatan.
- Menjaga nilai asset dan reputasi pemilik bangunan.
- Memastikan bangunan gedung memenuhi regulasi dan standar teknis nasional.
Adapun Audit Struktur ini dapat juga memberikaan Manfaat jangka panjang
Melakukan assessment bukan cuma soal keamanan, tapi juga soal investasi. Dengan mengetahui kondisi bangunan sejak awal, pemilik bisa:
a. Merencanakan anggaran perawatan dengan lebih efisien.
b. Memperpanjang umur bangunan.
c. Meningkatkan nilai properti karena terbukti aman dan layak.
d. Menjaga reputasi, terutama bagi bangunan komersial yang digunakan publik.
Pada akhirnya, assessment bukan sekadar formalitas teknis. Ini adalah bentuk tanggung jawab — baik terhadap keselamatan penghuni, maupun terhadap investasi yang sudah dikeluarkan.
Bangunan tinggi memang dibuat untuk bertahan lama, tapi tanpa perawatan dan evaluasi yang rutin, bahkan struktur terkuat pun bisa rapuh seiring waktu.
Jadi, sebelum terlambat, pastikan gedung Anda sudah melalui assessment struktural yang menyeluruh.